Postingan

Tepuk An-Nas oleh Santri TPQ Nur Alim

Tepuk An-Naas (Tepuk Tangan 3X) Nama surah (Tepuk Tangan 3X) An-Naas (Tepuk Tangan 3X) Artinya (Tepuk Tangan 3X) Manusia (Tepuk Tangan 3X) Jumlahnya (Tepuk Tangan 3X) Enam ayat (Tepuk Tangan 3X) Diturunkan (Tepuk Tangan 3X) Di Mekkah (Tepuk Tangan 3X) diperankan oleh (Inayah, Nadila, Nanda dan Aliyah) 😇

Indah Hidup sebab Rasa Syukur

Terima kasih Ya Allah Engkau atur hidup kami sedemikian indahnya, sungguh rasa syukur dan aktualisasi syukur kamilah yang kurang. 

Kami Tidak Akan Sedih

Ya Allah kami tidak akan merasa sedih dan kecewa, sebab kami yakin segala sesuatu yang Engkau takdirkan bagi kami, takdir baik maupun buruk adalah hal terbaik bagi-Mu, karena Engkau Maha Mengetahui sedang kamj tidak. Hakikatnya memang kami tak punya apa-apa, hanya saja Engkau Allah kami yang Maha Baik, Ya Allah bimbing hati kami, kami begitu lemah, Ya Allah kami lebih sering menggerutu, padahal kami punya Engkau, tempat mengadu, tempat berharap, tempat bersandar terbaik.

Bukan Orang Lain tapi Kita

Bukan orang lain yang buruk, tapi prasangka kita. Bukan orang lain yang egois, tapi nafsu kita. Bukan orang lain yang jahat, tapi pikiran kita. Bukan orang lain yang tidak amanah, tapi kepercayaan kita yang kurang. Bukan orang lain, tapi kita. Bercermin, bukan menyalahkan. Meraup pahala dengan husnudzon, bukan menghapus amal dengam su'udzon.

Menunggu

Menunggu bukanlah pekerjaan mudah bagi kebanyakan orang, tapi tidak dengan kita.  Kita sama-sama sepakat untuk memanfaatkan sebaik mungkin momen menunggu yang kita jalani saat ini.  Kita sama-sama komitmen untuk mempelajari banyak hal selama momen menunggu ini. Kita sama-sama berharap semoga momen menunggu ini semakin menguatkan kesabaran, meluaskan cara pandang, dan meneguhkan keyakinan. #Menunggu #UjianKesabaran #SemogaIstiqamah #SalingMendo'akanSalingMenguatkan

Istirahat Sejenak

Gambar
"Terkadang kita butuh istirahat sejenak di tengah perjalanan, untuk melihat ke belakang apa sebenarnya yang telah kita persiapkan untuk negeri akhirat, apa saja jejak kebermanfaatan yang telah kita berikan, dan melihat ke depan untuk menata kembali niat sebelum melangkah." Semoga Allah masih yang pertama  :D Bili-bili, 29 Oktober 2016

Menikah

Gambar
Malam semakin larut. Si bungsu masih asyik memainkan sesuatu di tangannya. Tiba-tiba memanggil namaku, Syukur : "Icha." Saya : "Iyeee." Syukur : "Dimana rumahnya om Arif?" Saya : "Di Makassar, Dek." Syukur : "Kenapa tidak di sana saja acara pengantinnya?" Saya : "Karena terlalu jauh, susahki kumpul kalau di sana dan tidak luas juga rumahnya." haha sok tahu padahal saya juga belum pernah ke rumahnya om Arif. Syukur : "Siapa nama istrinya om Arif?" Saya : "Tante Resti." Syukur : "Waktunya belumpi menikah dengan om Arif siapa dipanggilkanki? " Saya : "Resti." jawab datar, aku sudah ngantuk sedang si bungsu malah kepo banget. Syukur : "Ohhh... Hahaha Resti." menyebut nama tante Resti berulang-ulang. Lalu beranjak ke tempat tidur. Menarik salah satu bantal guling dan bersiap istirahat. Aku bernafas lega. akhirnya si bungsu berhenti bertanya, Pikirku. ...

Sederhanakan

Kita hanya berencana, bukan? Hanya Allah yang tahu persis apakah rencana kita memang yang terbaik untuk kita atau malah ada yang lebih baik di luar kuasa kita. Sakit memang bila harus mundur perlahan, padahal sudah ada di depan mata, demi kebaikan orang lain, lantas kita merasa putus asa, mungkin kita lupa bahwa tidak ada yang terjadi kecuali atas izin Allah. Mudah bagi Allah mengubah segalanya. Hidup ini bukan tentang siapa yang paling wah, tapi bagaimana keberadaan kita menjadi manfaat untuk orang sekitar. Kita sering lupa bahwa setiap peran manusia itu berbeda, mungkin ketika orang-orang tahu impian" kita lantas mereka tidak melihat tanda" tercapainya, mungkin tidak sedikit dari mereka yang akan mengejek, yah tidak mengapa, sebab kita hidup bukan karena ucapan orang lain, toh yang menjalani hidup kita adalah kita, hidup yang Allah titipkan pada kita, kitalah yang bertanggung jawab sepenuhnya. Sebenarnya setelah lulus dari kampus saya berniat lanjut S2 dengan ...

Masbuk (Terlambat satu rakaat atau lebih)

Waktu sholat maghrib, seperti biasa kami bergegas untuk menunaikan kewajiban sekaligus kebutuhan tersebut. Yah, sholat maghrib. Syukur yang lebih dulu siap menunaikan, sedang aku masih sibuk bersiap-siap. "Icha..." Suara mungil si bungsu memanggil. "Iye." Jawabku. "Itu kalau masbukki, na sujudmi imam, langsungmaki saja ikut sujud?" "Iye, takbirki dulu kemudian langsungki sujud, ikuti gerakan imam." "Ohhh... Benarma tadi, tapi kupikir nanti salahka jadi berhentika." "Haha... Ikutmaki lagi, lanjutkan sholatta." "Sebentarpi, sekalian samapa bapak." "Oke." Aku tersenyum menatap bola matanya yang memancarkan aura kebahagiaan. *** Alhamdulillah, masih berumur 8 tahun, kelas 2 SD, si bungsu sudah tahu apa arti kata masbuk, bagaimana cara makmum mengikuti imam jika masbuk. Jujur ya, aku umur segitu kayaknya belum paham apa itu masbuk hehehe... Kalah ama Syukur dong ya... ...

Sebentar Saja

Saat diperhadapkan dengan suatu masalah atau ujian, kita lebih sering ingin cepat-cepat lepas dari maslah tersebut, yah kita kadang tidak sabaran, mungkin kita lupa bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, padhal jikalau kita ingin bersabar sebentar saja, kita akan mulai mengangguk", tersenyum, bersyukur bahkan menangis haru karena kita mulai paham ternyata Allah ingin mengajarkan sesuatu dari masalah dan ujian yang diperhadapkan kepada kita.

Sebenarnya

Sebenarnya kita hanya dituntut untuk senantiasa ikhlas dan tenang beribadah kepada Allah, tak perlu ada yang dicemaskan soal hidup selama di dunia yang sementara ini, kan Allah sudah berjanji akan menjamin kehidupan hamba-hambaNya yang beriman, beramal sholeh, dan senantiasa saling menasehati dalam kebaikan serta kesabaran. Tak usah bingung kira-kira jadi apa ya, biar hidup nyaman? Yah cukup jadi hamba Allah yang senantiasa berusaha semakin dekat pada Allah."